SEMARANG - Pengembangan perkampungan nelayan yang merupakan salah satu terobosan program nasional yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan anggaran Rp. 8.328.000.000,- dilakukan sebagai jalan tengah warga Tambakrejo yang terdampak oleh normalisasi Banjir Kanal Timur yang menolak untuk direlokasi ke Rusunawa. Beberapa masyarakat memilih untuk tetap tinggal disekitar Banjir Kanal Timur sehingga diperlukan jalan keluar lebih lanjut untuk mendapat kesepakatan yang terbaik antara warga dengan pemerintah. Penolakan relokasi warga memunculkan konsep ide dari Pemerintah Kota Semarang untuk mengusung program nasional tersebut dapat diterapkan di Kota Semarang khususnya pada warga Tambakrejo. Pembangunan rumah deret tersebut sampai saat ini masih bersifat hunian sementara dikarenakan tanah tersebut berdiri diatas aset milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Pemerintah Kota Semarang bekerjasama dengan BBWS dengan sistem pinjam pakai selama 5 tahun dan dapat diperpanjang selama 10 tahun. Dalam kurun waktu 5-10 tahun tersebut, Pemerintah Kota Semarang berkewajiban untuk membangun rumah susun yang berada dekat dengan kawasan Tambakrejo. Mayoritas masyarakat Tambakrejo bekerja sebagai nelayan masih mengharapkan hunian yang dekat dengan wilayah mata pencaharian warga. Rumah deret yang telah dibangun oleh Pemerintah Kota Semarang berjumlah 97 rumah untuk 97 kepala keluarga (KK) sudah terisi penuh. Rumah dengan konsep Rumah Unggul Sistem Panel Instan (Ruspin) dipilih sebagai program rumah deret tersebut. Ruspin memiliki konstruksi sederhana tipe 21 yang dirakit dan mempunyai nilai rijid yang sangat kuat.
“Tantangan yang dihadapi selama proses yakni kondisi lahan yang dahulunya merupakan perairan dan dilakukan pengurukan, kendala alam dan bersamaan dengan kegiatan pemasangan pipa gas pertamina” ujar Kepala Bidang Permukiman, Bagus Irawan, S.T., M.T., Eng. Permasalahan sosial yang dihadapi hampir tidak ada, karena masyarakat mendukung dan mengharapkan pelaksanaan segera terealisasi”. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang menargetkan pada tahun 2021 fasilitas pendukung di perkampungan nelayan dapat segera terpenuhi seperti ruang terbuka hijau dan fasilitas ibadah. Kampung nelayan tersebut diproyeksikan bukan hanya sebagai hunian, namun juga dapat berkembang kearah wisata dan menjadikan daya tarik tersendiri di Kota Semarang. “Harapannya semua elemen pemerintahan dapat membantu pengembangan Kampung Nelayan Tambakrejo menjadi lebih baik” ujar Rochmadi selaku warga Kampung Nelayan Tambakrejo. (24/03/2021)
